BREAKING NEWS
Showing posts with label musik. Show all posts
Showing posts with label musik. Show all posts

Tuesday, August 19, 2014

Pianis cilik ini konser di Amerika



Jakarta - Di usianya yang masih 10 tahun, Joey Alexander sudah mampu mencatat banyak prestasi di panggung musik. Terutama kiprah gemilangnya di blantika musik jazz. Pianis cilik ini baru saja melaksanakan konser solonya di New York, Amerika Serikat awal Agustus 2014 kemarin dan permintaan untuk menggelar konser didapat setelah Joey sukses memukau para pecinta musik jazz lewat permainan pianonya saat tampil di kota tersebut.

Pria berkacamata yang mirip dengan tokoh Harry Potter ini, sudah menunjukkan bakat bermusik pada usia 6,5 tahun. Umur 7 tahun mulai serius mempelajari piano. Dan sekarang makin rajin mempelajari berbagai aliran musik.

“Saya selalu mencoba dan belajar. Saya pelajari beberapa aliran, mulai modern, klasik hingga gaya Debussy. Saya juga mencoba untu masuk ke jazz. Semuanya benar-benar memberikan kenikmatan,“ kata Joey di Ican Studio Live, Jalan Erlangga, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/) malam.

Sementara itu, musisi jazz Barry Likumahuwa yang main bareng dengan Joey, terpukau. Ia tak menyangka di usia belia, Joey sudah mampu memberi kontribusi untuk mengharumkan nama bangsa.
"Salut banget sama Joey Alexander, masih kecil tapi prestasinya sudah gemilang," ucap Barry usai jamming bersama Joey.

“Dia The Harry Potter of Jazz,” kata pengamat musik Denny Sakrie menanggapi tentang Joey.

Dalam beberapa tahun terakhir, Joey telah bermain di panggung musik sekitar Eropa Timur dan Asia, berpartisipasi di panggung JakJazz Festival dan Java Jazz Festival sejak 2012, melanjutkan 2013 World Youth and Jazz Festival di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Clear International Java Jazz 2014. Tahun lalu Joey menang dalam Jazz Improvisation festival di Odessa, Ukraina.





Sumber :  www.cekricek.co.id | Foto :  www.master-jam.com | Video : Youtube - iCanStudioLive

Saturday, August 16, 2014

Classic Hymne Band




Clasic Hymne salah satu band pemuda-pemudi dari GPIB Marantha Bandung yang mengisi acara saat ibadah perayaan HUT GP di Bandung, kemarin.

Usut punya usut, ternyata nama band Clasic Hymne tersebut memiliki arti khusus, loh. Dari kata Clasic yang artinya terbaik dan Hymne yang artinya puji-pujian yang terbaik untuk Tuhan, jadi Clasic Hymne itu artinya memberikan puji-pujian yang terbaik untuk Tuhan.

Clasic Hymne itu sendiri berdiri tahun 2009, yang awalnya tergabung dalam pemuda GPIB Maranatha Bandung kemudian dalam tim ibadah musik GP, dalam ibadah gabungan hingga di setiap ibadah natal dank arena sudah menyatu maka terbentuklah Clasic Hymne. Clasic Hymne juga memiliki jadwal satu bulan sekali untuk melayani di GPIB Maranatha itu sendiri serta ada beberapa program dari Clasic Hymne untuk melayani di GPIB lain maupun gereja lain bukan hanya GPIB saja.

Selain itu, ternyata pemuda-pemudi sejumlah tujuh personil yang tergabung dalam Clasic Hymne telah memiliki dasar dalam bernyanyi seperti mengikuti paduan suara maupun Vocal Group.

Clasic Hymne juga sudah pernah melakukan konser sebanyak tiga kali yang biasanya dilaksanakan dua tahun sekali sebagai barometer untuk kedepannya, walaupun sampai saat ini Clasis Hymne belum mengeluarkan album, masih berupa lagu single.

Nah, untuk teman-teman juga bisa mengambil bagian di dalam pelayanan dalam bernyanyi atau juga band seperti Clasic Hymne, tentunya teman-teman harus kompak, kontinu, dan konsisten dan mau saling berbagi. Jadi dalam band perlu sehati satu dengan yang lain dan hal ini prosesnya tidak cepat.


Friday, August 1, 2014

This I Believe, Pengakuan Iman Rasuli


Dalam album terbaru yang dirilis pada tahun 2014 ini, tim pujian dan penyembahan gereja asal Sidney Australia, Hillsong memasukkan salah satu lagu yang temanya jarang sekali diangkat oleh penyanyi maupun musisi Kristen. Diadopsi dari kata-kata yang tercantum pada Pengakuan Iman Rasuli, Matt Crocker dan Ben Fielding menciptakan sebuah lagu yang berudul This I Believe.

Pertama kali mendengarnya, lagu ini benar-benar langsung membawa kesan mendalam bagi saya. Bukan hanya karena kata-katanya adalah kata-kata deklarasi keyakinan di hadapan Tuhan dan manusia, tetapi secara keseluruhan produksi karya ini sangat bagus. This I Believe tidak hanya kuat di dalam pesan, tetapi juga musik dan penghayatan lagunya.

Sulit dibayangkan bagaimana musik kontemporer akhirnya bisa membuat Pengakuan Iman Rasuli dapat diperdengarkan dan juga diucapkan oleh umat Kristen - bukan hanya berlatar belakang satu denominasi, tetapi juga lintas denominasi.

Dua jempol pantas diberikan kepada Hillsong. Mereka membuktikan bahwa bukan hanya lagu mengenai pengalaman pribadi atau berkenaan kehebatan dan keagungan Tuhan saja dapat mereka “masak”, tetapi hal yang dapat dikatakan salah satu inti penting dari kekristenan dapat mereka olah menjadi karya yang dapat diterima oleh banyak kalangan.

Bagi saya, This I Believe adalah satu dari beberapa lagu yang paling saya rekomendasikan di tahun 2014 ini.



Info lagu:

Judul : This I Believe (The Creed)
Penyanyi: Hillsong
Pencipta Lagu: Matt Crocker & Ben Fielding
Album : No Other Name (2014)
Distributor di Indonesia: Insight Unlimited






Sumber : www.jawaban.com (bm)

Wednesday, July 30, 2014

Billy Simpson


Setiap orang pasti mempunyai impian, memang terkadang banyak pandangan bahwa impian harus dibarengi dengan latarbelakang kemampuan diri yang mumpuni untuk bisa menggapainya,. Tetapi itu tidak untuk seorang Billy Simpson. Kali ini Majalah Praise berkesempatan bertemu dengan “Winner of The Voice Indonesia” di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat.

Awal Mengenal Musik

Billy Simpson lahir di Jakarta di lingkungan keluarga dengan paparan terhadap musik relatif terbatas. Sejak kecil Billy Simpson sama sekali tidak mengenal musik, dengan dorongan sang kakak, saat menginjak 13 tahun Billy mulai mengenal musik saat ia tertanam di gereja. Dari situ pria kelahiran Jakarta 17 Juli 1987 ini mulai mengasah kemampuannya pada alat musik.“Jadi kebetulan gereja di mana saya tertanam itu memerlukan pemain bass, akhirnya saya belajar bass”, ungkap Billy. Dan saat itulah Billy belajar main bass hingga ia melayani di gerejanya sebagai pemain bass. 

Setelah menyelesaikan sekolah di Indonesia, Billy hijrah ke Australia untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi di sebuah Universitas di Melbourne, Australia. Di sana lah ia mengenal dunia tarik suara. Siapa sangka ketika ia dengarkan lagu ciptaannya tanggapan positif tentang kualitas suara Billy pun keluar dari beberapa temannya. Akhirnya Billy terjun ke dunia tarik suara dengan keterlibatannya dalam berbagai acara musik yang diselenggarakan oleh mahasiswa Indonesia. Langkah-langkah dilakukan Billy untuk menjadi seorang penyanyi dengan dia membuat demo lagu dan memasukkan ke berbagai label musik. “saya coba bikin demo dan demo tersebut dikasih ke label tapi ditolak karena beberapa alasan, katanya muka saya cocoknya jualan kwetiau,” jelas Billy. Terlepas dari dunia musik, Billy juga memerani sebuah film berjudul Kado Kendo di Melbourne pada tahun 2007, sebuah film yang meneritakan sekumpulan anak muda yang rindu memakai talentanya untuk bermusik.

Multi Talent

Menginjak usia 20 tahun, setelah menyelesaikan pendidikan Bisnis dan Ekonomi di Negeri Kanguru itu, Billy kembali ke Indonesia dan tertanam di JPCC (Jakarta Praise Community Church). Untuk pertama kalinya Billy melayani sebagai singer, lalu menjadi Worship Leader di gereja dimana ia tertanam dan bertumbuh.

 Dari gereja tersebut, Billy mendapatkan komunitas, mentor kehidupan dan pengalaman bernyanyi. Seiring berjalannya waktu, bakatnya dalam musik pun semakin terlihat dengan keterlibatannya menjadi songwriter beberapa lagu “Dia Raja”, “Open The Sky” dari album “Favor” True Worshippers. Proses demi proses harus dilewati untuk menjadi seorang yang lebih baik. Itulah yang dialaminya, selang 2 tahun ia tergabung dengan ibadah anak muda dari Jakarta Praise Community Church dalam sebuah wadah True Worshippers Youth dan menjadi vokalis. Sukses dengan mengeluarkan beberapa album yang memberkati banyak orang dan gereja-gereja.

The Winner

 Di awal tahun 2013, Billy mendaftarkan dirinya dalam sebuah acara ajang pencarian bakat The Voice Indonesia. Bermula hanya iseng-iseng, Billy lolos dalamBlind Audition dengan menyanyikan lagu “One” dan memilih untuk bergabung di team Giring Nidji. Seiring berjalannya waktu, eliminasi demi eliminasi dilewatinya, akhirnya Billy berhasil menjadi The Winner of The Voice Indonesia 2013. 

Merilis album sekuler perdana pada Desember 2013 itulah buah dari keberhasilannya menjuarai The Voice Indonesia. Kesuksesannya di dunia sekuler tak membuatnya lantas meninggalkan dunia gereja, karena baginya kedua dunia tersebut sama pentingnya. Dimana dunia rohani adalah tempatnya lahir, tertanam, dan tumbuh menjadi dewasa dan dunia sekuler adalah tempat yang penting baginya untuk menjadi berkat bagi masyarakat. Album “Lukisanku”, bagi Billy adalah sebuah mujizat karena selain dipercayai Universal Music untuk menjadi produser album, yang terlibat di dalam Lukisanku tidak hanya orang-orang dari sekuler saja seperti RAN, Javajive, Ronald Steven, Bonar Abraham, Yesaya Soemantri, tetapi beberapa personil True Worshippers juga ikut andil dalam album perdananya itu. Di bawah naungan label ternama dunia “UNIVERSAL MUSIC”, Billy berharap albumnya perdananya itu tidak hanya eksis ada di pasaran tetapi bisa menjadi berkat dan menjadi inspirasi dan dampak positif untuk banyak orang. Bagi Billy musik adalah sebuah alat untuk menyampaikan sebuah pesan atau mengirimkan sebuah berkat bagi orang lain.

Kesuksesan membawanya ke level yang lebih tinggi, dengan banyaknya jadwal manggung, namun Billy tetap menjalaninya dengan komitmen yang tinggi dan membagi waktu antara gereja dan sekuler. “Saya berharap Tuhan akan terus pimpin dan sertai saya untuk waktu-waktu ke depan ini” harap Billy Simpson menutup perbincangan. (VF)

Sunday, July 13, 2014

Christian Rockindo Album


Pada akhir tahun 2013 kemarin, ada suatu gebrakan luar biasa terutama di blantika musik rock Indonesia dengan hadirnya komunitas musik rock Kristen bernama ‘Christian Rockindo’ dan mereka juga merilis album kompilasi ‘CHRISTIAN ROCKINDO COMPILATION’ yang diisi beberapa band yaitu: Sunday School Rawk, Yez, Cross, Lost And Found, Koinos, Fly Hi, Recharge dan Reborn.

Jika mendengarkan keseluruhan lagu yang ada di album ini, walaupun musik rock yang disuguhkan masih dalam kadar yang ringan, tetapi mereka menyajikan lagu rohani bernuansa rock yang berkualitas baik itu dari segi lirik maupun musiknya. Seperti Sunday School Rawk dalam kedua lagu mereka yang berjudul ‘Berserah’ dan ‘More And More’ yang terasa sekali unsur melodic punk serta pengaruh dari Blink 182. Kemudian Yez dengan lagunya yang berjudul ‘Kembali’ yang layak disimak karena memiliki komposisi pop rock yang berkualitas dan elegan untuk didengar. Lalu beralih ke Cross dengan lagunya yang berjudul ‘Ulurkan Tanganmu’ yang juga layak untuk disimak karena mereka menyuguhkan komposisi musik rock yang terdengar fresh. Lost And Found juga tidak kalah menyuguhkan musik pop rock yang berkualitas dengan kedua lagu mereka yang berjudul ‘Di Sisiku’ dan ‘Satu Yang Terbaik’. Jangan lupa juga untuk menyimak lagu ‘Telah Kutemukan’ dari Koinos yang mengingatkan saya akan band lokal yaitu Pee-Wee Gaskins serta ‘Shall I Be Afraid’ dari Fly Hi yang memiliki komposisi musik rock yang enerjik. Recharge dengan lagunya yang berjudul ‘Praise’ menarik untuk disimak terutama bagian intro lagunya karena mengingatkan saya akan band beraliran industrial rock era 90-an dari Amerika Serikat bernama Stabbing Westward. Lalu Reborn dengan lagunya yang berjudul ‘Hanya Dekat Allah Saja’ yang mengingatkan saya akan GMB.


Akhirnya album ‘CHRISTIAN ROCKINDO COMPILATION’ menunjukkan bahwa memuji Tuhan bisa dengan bentuk apa saja, termasuk dengan musik cadas atau rock karena Dia lebih tertarik dengan hati manusia ketimbang penampilan luar saja. Sehingga album ini layak bukan hanya










http://www.christianrockindo.org
 
Copyright © 2014 GP Pancaran Kasih Depok